DPR Usulkan untuk Mengganti MBG jadi Uang Tunai, Istana: Agar Anak-anak Dapatkan Makanan Bergizi dan Sehat

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Kamis, 25 September 2025 | 09:30 WIB
Program MBG (Instagram.com/ badangizinasional.ri)
Program MBG (Instagram.com/ badangizinasional.ri)

Baca Juga: Ribuan Warga di Kabupaten Bogor Terancam Kehilangan Tanah Akibat Kasus BLBI

“Konsep yang sekarang dijalankan itulah yang dianggap pemerintah terbaik untuk saat ini,” tambahnya.

- Perbaikan Terus Dilakukan

Prasetyo mengakui pelaksanaan MBG memang belum sepenuhnya berjalan mulus. Masih ada sejumlah catatan yang perlu dibenahi, baik dari segi distribusi maupun pengawasan.

Meski begitu, dia memastikan pemerintah terus berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk memperbaiki kelemahan.

“Bahwa masih ada catatan-catatan, ya betul kita akui. Dan akan kita terus berkomunikasi untuk terus kita perbaiki,” ucap Prasetyo.

Baca Juga: Polytron Hadirkan FOX-200 di IMOS 2025 sebagai Motor Listrik Perempuan Pertamanya

- Kritik Soal Keamanan Makanan

Sebelumnya, anggota DPR RI Charles Honoris mengusulkan agar program MBG diubah menjadi pemberian uang tunai langsung kepada orang tua siswa.

Menurutnya, hal ini dapat mengurangi risiko makanan tidak layak konsumsi serta memastikan kualitas gizi lebih terjaga. Charles menyoroti rantai distribusi makanan dalam program MBG yang dinilai panjang dan berisiko.

Politisi partai PDI Perjuangan itu menjelaskan bahan baku sering disiapkan sejak malam hari, dimasak dini hari, lalu baru sampai ke sekolah menjelang siang. Proses tersebut, katanya, berpotensi meningkatkan kontaminasi bakteri.

“Kalau orang tua yang menyiapkan sendiri, kualitas gizi dan keamanan makanannya lebih bisa dipastikan,” ujarnya pada Jumat 19 September 2025.

Baca Juga: Hadirkan Keseruan di Polytron Fest 50th Anniversary, Merek Elektronik yang Memahami Kebutuhan Konsumen Indonesia

Selain masalah distribusi, Charles juga mengungkap adanya dugaan “dapur fiktif” dalam pelaksanaan MBG.

Pria kelahiran Jakarta itu menilai lemahnya pengawasan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) membuat program rentan disalahgunakan.

Halaman:

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X