Seminar Outlook Persaingan Usaha 2025, Ketua KPPU: Terdapat 15 Pelanggaran yang Disidangkan Sepanjang 2024

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Kamis, 9 Januari 2025 | 10:51 WIB
Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa menyebut pelanggaran sepanjang 2024 mengalami peningkatan dalam acara Seminar Outlook Persaingan Usaha 2025 di kantor KPPU Jakarta pada Rabu, 8 Januari 2024 (Gunawan Daulay)
Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa menyebut pelanggaran sepanjang 2024 mengalami peningkatan dalam acara Seminar Outlook Persaingan Usaha 2025 di kantor KPPU Jakarta pada Rabu, 8 Januari 2024 (Gunawan Daulay)

MEDIA24.ID - Komisi Pengawas Persaingan Usaha menggelar acara Seminar Outlook Persaingan Usaha 2025, di kantor KPPU Pusat di Jakarta pada Rabu, 8 Januari 2025.

Acara Seminar Outlook Persaingan Usaha 2025, yang mengambil tema "Dinamika dan Tren Pesaingan Usaha 2025" dihadiri Ningrum Natasya Sirait, Telisa Aulia
Falianty, Bhima Yudhistira Adhinegara dan Taufik Ariyanto.

Dalam pembukaan acara Seminar Outlook Persaingan Usaha 2025 yang dibuka oleh Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa menyebut peran KPPU sepanjang tahun 2024 mengalami peningkatan.

Baca Juga: KPK Tahan Mantan Direktur PT Taspen Antonius Kosasih

Fanshurullah Asa mengatakan terdapat 16 perkara persaingan usaha dan 18 perkara pengawasan
kemitraan UMKM dengan total pengenaan denda sebesar Rp 56,6 miliar.

"Telah menjatuhkan denda sebesar Rp56,5 miliar dan satu perkara dengan perubahan perilaku. Dengan demikian, terdapat kenaikan penanganan perkara sebanyak 40 persen. KPPU juga telah menerima 78 laporan masyarakat dan melaksanakan 8 penelitian inisiatif terkait pelanggaran hukum persaingan usaha untuk pengawasan kemitraan," katanya.

"KPPU juga menerima 149 notifikasi merger dan akuisisi, naik 2 persen dibandingkan tahun lalu", kata Fanshurullah Asa saat Seminar Outlook Persaingan Usaha 2025, di Jakarta pada Rabu, 5 Januari 2025.

Baca Juga: Kabar Duka Pelawak Nurul Qomar Meninggal Dunia

Dalam mendorong reformasi kebijakan, KPPU mengeluarkan 15 saran dan pertimbangan atas
kebijakan Pemerintah dengan tingkat efektif 93 persen, naik 36 persen dibandingkan tahun lalu.

Selama 2024 KPPU menangani 15 perkara atau naik sebesar 17 persen, sebanyak empat perkara kemitraan dihentikan karena adanya perubahan perilaku atau naik sebesar 50 persen, kata Fanshurullah Ada.

Dengan jumlah perkara persaingan usaha dan kemitraan yang ditangani tersebut, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari pendapatan denda mencapai Rp29 miliar.

Baca Juga: Perluas Akses Beasiswa, Menag dan Dubes AS Tandatangani MoU Program Fulbright di Indonesia

Selain itu, KPPU juga meluncurkan Buku Persaingan Usaha dalam Rangkaian Kata yang disusun oleh 17 ( tiga puluh dua ) penulis tersebut, berisikan kompilasi pemikiran konstruktif untuk navigasi persaingan pada era ekonomi modern.

Peluncuran buku Persaingan Usaha dalam Rangkaian Kata, dengan tema Seminar Outlook Persaingan Usaha 2025 yang diselenggarakan oleh KPPU di kantor pusat Jakarta pada Rabu, 8 Januari 2024.

Dalam acara Seminar Outlook Persaingan Usaha 2025 dan peluncuran buku, juga mengenang Alm. Faisal Basri yang merupakan anggota KPPU Periode I.

Halaman:

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X