Proses Pencarian untuk Korban Hilang di Longsor Pekalongan, Tim Gabungan Lakukan Modifikasi Cuaca

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 07:59 WIB
Tim gabungan sedang melakukan pencarian korban hilang akibat longsor dan banjir bandang di Pekalongan, Jawa Tengah
Tim gabungan sedang melakukan pencarian korban hilang akibat longsor dan banjir bandang di Pekalongan, Jawa Tengah

Baca Juga: Film Emilia Pérez Catat Sejarah dengan 13 Nominasi Oscar 2025

TMC mulai dilakukan hari ini, Kamis, 23 Januari 2025, untuk proses penanganannya, akan melibatkan 1.300 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, PMI, SAR, Satpol PP, dan bantuan dari relawan.

Penetapan Status Tanggap Darurat 14 hari Pemerintah Kabupaten Pekalongan resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari kedepan.

Status ini sudah dirilis sejak penemuan korban meninggal dunia ke-17 yang berhasil dievakuasi.

“Terhitung dari tanggal 21 Januari hingga 4 Februari 2025 Pemkab Pekalongan tetapkan status darurat bencana,” kata Bupati Pekalongan Dr.Hj Fadia Arafiq, S.E.,M.M pada Selasa, 21 Januari 2025 saat kunjungan ke lokasi bencana.

Baca Juga: Pesantren Punya Peranan Penting untuk Didik Generasi Bangsa

“Dan kami telah menyiapkan posko di masing-masing 4 kecamatan terdampak longsor yaitu Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran dan Kandangserang,” imbuhnya.

“Total ada 11 kecamatan dari hulu hingga hilir yang terdampak longsor dan banjir bandang,” ujar Bupati.

“Untuk evakuasi kita lakukan bersama tim dan relawan, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca,” kata M.Yulian Akbar, Sekda Kabupaten Pekalongan pada Selasa, 21 Januari 2025 saat mendampingi Bupati Pekalongan ke beberapa titik lokasi longsor.

“Untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk tetap waspada dan berdoa,” pungkasnya.

Meminta bantuan Pemprov dan Pusat

Bupati Pekalongan juga menyatakan telah meminta dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Baca Juga: Gelar Shariah Thought Leaders Forum 2025, Maybank Indonesia Dorong Penguatan Ekonomi Syariah

Pasalnya saat ini, beberapa akses untuk menuju daerah paling terdampak dalam kondisi putus. BNPB telah memberikan bantuan penanganan darurat bencana senilai Rp289.500.00.

Dana tersebut untuk operasional sebanyak Rp200 juta, sembako 200 paket, dan makanan siap saji untuk 100 paket.***

Halaman:

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X