Tegas! Prabowo Siap Tindak Menteri yang Tak Serius Bekerja

Photo Author
Rahmah Zakiya, Media 24
- Kamis, 6 Februari 2025 | 14:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto sampaikan ucapan selamat tahun Baru Imlek  (Dok. Instagram @prabowo)
Presiden Prabowo Subianto sampaikan ucapan selamat tahun Baru Imlek (Dok. Instagram @prabowo)

MEDIA24.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tak akan ragu menindak anak buahnya yang tidak bekerja dengan serius.

Sikap tegas ini ia sampaikan dalam puncak perayaan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-102 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2025) malam.  

Prabowo mengajak seluruh menteri di Kabinet Merah Putih untuk melakukan introspeksi diri dan membangun pemerintahan yang bersih dari penyelewengan serta korupsi.

Ia pun mengingatkan bahwa masa evaluasi 100 hari akan menjadi momen penting untuk menilai kinerja para menterinya.

Baca Juga: Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Dekat? Mendikti Saintek Soemantri Brodjonegoro Masuk Radar!

"Saya ajak semua rekan dalam pemerintahan untuk berani mengoreksi diri. Kita harus membangun pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi," tegasnya.

Presiden juga memastikan akan mengambil tindakan tegas bagi mereka yang tidak sejalan dengan visi pemerintahannya.

"Siapa yang bandel, siapa yang ndablek, siapa yang tidak patuh, saya akan tindak!" ujarnya lantang. 

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Melanda Berbagai Wilayah di Indonesia: Banjir dan Angin Kencang Sebabkan Kerusakan

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa keputusan reshuffle sepenuhnya berada di tangan presiden. Ia menyebut Prabowo paling memahami siapa saja yang mampu mengimbangi kerja pemerintah.

"Pak Prabowo sebagai presiden tentunya paling mengerti tentang pembantu-pembantunya, apakah mereka bisa menunaikan janji kampanye atau tidak," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (6/2/2025).

Lebih lanjut, Dasco menegaskan bahwa setiap menteri telah menandatangani pakta integritas sebelum menjabat. Pakta ini menjadi landasan dalam menilai kinerja mereka.

"Jika presiden sudah berbicara terbuka seperti ini, artinya ini adalah warning bagi para menterinya untuk melakukan evaluasi di kementerian masing-masing," imbuhnya.

Baca Juga: Gaji ke-13 dan THR ASN Bakal Dihapus? Airlangga Hartarto Buka Suara

Halaman:

Editor: Rahmah Zakiya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X