Baca Juga: Kebakaran Gedung Kementerian ATR/BPN, Tak Korban Jiwa
Selain membebaskan tarif untuk beberapa ruas tol, Kementerian PU juga berencana memberikan diskon tarif bagi jalan tol lainnya di Indonesia. Namun, besaran dan jadwal diskon ini masih dalam tahap pembahasan.
"Kita nanti mesti berhitung lagi. Mungkin kalau ada diskon-diskon untuk jalan tol, tapi entah jam berapa-jam berapa," ujar Diana.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga mengungkapkan kemungkinan adanya diskon tarif tol pada periode libur Lebaran 2025.
Wacana ini sejalan dengan rencana pemerintah memberikan diskon tiket pesawat, kapal laut, dan kereta api.
Baca Juga: Komdigi Berencana Beri Batasan Usia Penggunaan Media Sosial untuk Anak, Ini Usulan Usianya
"Kita mencoba dan saya mohon doanya nih karena tidak bisa berjanji terlebih dahulu. Kita sedang berusaha agar bisa mengurangi biaya transportasi, ya tentu udara, tapi juga kapal dan kereta api. Bahkan kita sedang hitung apakah tol juga bisa ada diskon, ada pengurangan," ungkap AHY di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Kamis, 6 Februari 2025.
Pada 2024, Malaysia sempat memberikan kebijakan tol gratis bagi kendaraan pribadi kelas 1 selama dua hari saat Lebaran. Namun, Indonesia menghadapi tantangan dalam menerapkan kebijakan serupa.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Subakti Syukur, menjelaskan bahwa Malaysia dapat menggratiskan tol karena pemerintahnya memberikan kompensasi sebesar 37,6 juta Ringgit atau sekitar Rp126,3 miliar.
“Di Malaysia itu dua hari gratis karena pemerintah mengkompensasi sebesar 37,6 juta Ringgit atau Rp126,3 miliar,” kata Subakti dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Rabu, 3 April 2024 lalu.
Baca Juga: Isu Reshuffle Kembali Ramai, Prabowo akan Menindak Tegas Jajaran Kabinet Merah Putih yang Tak Patuh
Subakti menambahkan bahwa kebijakan serupa sulit diterapkan di Indonesia karena kepemilikan perusahaan jalan tol yang melibatkan investor asing.Bahkan, pemberian diskon tarif tol pun cukup kompleks untuk diimplementasikan.
“Kalau ditanggung kami semua, agak repot juga diskusinya. Enggak semuanya milik BUMN,” ujarnya.***
Artikel Terkait
Alami Kemacetan saat Mudik ke Kampung Halaman Meski Sudah Ada Tol Trans Jawa? Pakar Tata Kota ITB Ungkap Penyebabnya
Daftar Mudik Motor Gratis via Kereta Api Telah Dibuka, Ini Persyaratannya!
Tips Mudik Nataru 2024, Jaga Kesehatan Anak Selama Perjalanan Jauh
Puncak Arus Mudik Natal 2024 Usai, Ada Penurunan Dibanding 2023
Mudik Lebih Awal, Pemerintah Kaji Percepatan Pembayaran THR Idul Fitri 2025