MATSAMA 2025 Resmi Dibuka, Menag Buka Rahasia Kualitas Pendidikan Madrasah yang Tak Dimiliki Sekolah

Photo Author
Moh Purwadi, Media 24
- Senin, 14 Juli 2025 | 16:11 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membuka secara langsung kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) 2025 di MAN 4 Jakarta, Senin (14/7/2025).  (Foto/Dok/Humas Ditjen Pendis)
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membuka secara langsung kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) 2025 di MAN 4 Jakarta, Senin (14/7/2025). (Foto/Dok/Humas Ditjen Pendis)

MEDIA24.ID, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membuka secara langsung kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) 2025 di MAN 4 Jakarta, Senin (14/7/2025).

Pembukaan MATSAMA 2025 ini menandai dimulainya masa pengenalan lingkungan madrasah secara serentak di seluruh Indonesia, dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA).

Dalam arahannya, Menag menegaskan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlak yang kuat.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2025 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Jadwal, dan Jenis Beasiswanya Sekarang

"Madrasah mencetak anak-anak yang salih dan cerdas. Bukan hanya untuk dunia, tapi juga untuk akhirat. Dari madrasah akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan bangsa," tegas Menag di hadapan ribuan siswa baru madrasah dari tingkat RA hingga MA.

Menag Nasaruddin mengisahkan tentang Syekh Abdul Qadir Jailani, seorang ulama besar yang sejak kecil dididik untuk jujur dalam segala situasi. Kisah itu menjadi simbol pentingnya akhlak dan integritas sejak dini, yang menurut Menag, hanya bisa tumbuh jika anak-anak mendapat pendidikan agama secara mendalam seperti yang diajarkan di madrasah.

"Jadilah anak yang jujur. Nasihat paling sederhana dari seorang ibu bisa menyelamatkan dunia. Anak-anak madrasah hari ini adalah pejuang kejujuran masa depan," tuturnya.

Baca Juga: Ditjen Bimas Buddha Kemenag Gelar Sannipata Nusantara 2025, Wadah Sinergi Umat Buddha untuk Indonesia Emas 2045

Menag juga menuturkan pengalaman pribadinya bahwa tiga anaknya adalah alumni MAN 4 Jakarta, dan seluruhnya berhasil menempuh pendidikan tinggi hingga menjadi dokter dan melanjutkan studi di dalam dan luar negeri.

"Ini bukti bahwa madrasah adalah tempat terbaik untuk menyiapkan masa depan. Jangan ragu menjadi bagian dari madrasah. Anak-anak hebat akan lahir dari sini," ujar Menag.

Tak hanya siswa, guru-guru juga menjadi perhatian utama. Menag menegaskan bahwa guru madrasah adalah “mursyid” atau pembimbing spiritual, bukan sekadar pengajar. Karena itu, ia mendorong semua madrasah untuk mengembangkan program upgrading guru, baik dalam metodologi maupun penguatan ruhiyah (spiritualitas).

"Guru itu seperti gergaji. Jika tak diasah, ia akan tumpul. Maka guru harus terus belajar, terus diasah, baik intelektual maupun batinnya," ujarnya.

Acara pembukaan ditutup dengan pembacaan Surah Al-Fatihah sebagai simbol dimulainya proses pembelajaran madrasah tahun ajaran 2025/2026.

"Pendidikan di madrasah bukan hanya diawali dengan belajar, tapi dengan penyucian jiwa. Tazkiyah dulu, baru ta’lim,” pungkas Menag.

Halaman:

Editor: Moh Purwadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X