MEDIA24.ID, SURABAYA-- Project S TikTok adalah sebuah inisiasi platform TikTok yang bertujuan untuk memperluas layanan ritel online melalui TikTok Shop.
Lewat TikTok Shop, perusahaan induk ByteDance tersebut dapat menjual produk mereka sendiri.
Hal ini menyita perhatian karena banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menggunakan TikTok untuk melakukan livestream penjualan.
Sehingga TikTok dapat dengan mudah mengakses informasi penjualan produk UMKM tersebut.
Ada Peluang dan Ancaman
Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Made Gita Nadya Ayu Ariani SE MSM menyoroti hal tersebut. Menurutnya, ada peluang dan ancaman bagi UMKM lewat kemunculan Project S TikTok.
Dari segi peluang, UMKM akan lebih mudah untuk menjangkau masyarakat dengan biaya lebih murah melalui livestream di Tiktok.
Namun, TikTok juga telah merencanakan Project S di mana perusahaan tersebut akan memproduksi barang sendiri dengan memanfaatkan informasi keadaan pasar di Indonesia.
“Kekhawatiran UMKM adalah TikTok sebagai pesaing potensial karena platform ini memiliki akses informasi pelanggan dan kemampuan untuk memproduksi duplikasi produk dengan bantuan pabrik di China,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin, (17/7/2023)
Strategi Khusus UMKM
Gita menyarankan agar UMKM dapat bersaing dengan meningkatkan kualitas produk yang dijual. Produk-produk yang diproduksi di China seringkali memiliki konotasi kualitas yang kurang bagus dan membutuhkan waktu distribusi yang lama hingga sampai di Indonesia.
Oleh karena itu, UMKM perlu melakukan perbaikan dengan meminta umpan balik dari pelanggan untuk terus melakukan peningkatan kualitas produk.
“UMKM dapat bersaing dengan kompetitor yang memproduksi secara massal dengan memanfaatkan peluang dengan membuat produk yang disesuaikan preferensi pelanggan sehingga menciptakan kekhasan produk yang unik,” sebutnya.
Meskipun Project S telah hadir di Indonesia, UMKM masih dapat memanfaatkan livestream di TikTok untuk membangun hubungan emosional dengan pelanggan dan mengedukasi pasar.