MEDIA24.ID, AUTO TEKNO - Pameran sepeda motor terbesar di Tanah Air, Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025, resmi mencatat capaian positif.
Jumlah pengunjung sepanjang gelaran mencapai 103.789 orang, melampaui target Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang sebelumnya menetapkan angka 100 ribu pengunjung.
Capaian ini sekaligus menegaskan posisi IMOS sebagai magnet utama bagi pecinta otomotif roda dua, baik motor konvensional maupun listrik.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Disorot, Ribuan Kasus Keracunan Picu Kekhawatiran Orang Tua
Antusiasme Publik Melebihi Ekspektasi
Ketua Penyelenggara IMOS 2025, Sigit Kumala, mengungkapkan tingginya minat masyarakat terlihat sejak hari pertama pameran berlangsung.
“Antusiasme masyarakat terhadap IMOS 2025 sangat luar biasa, terbukti dengan jumlah pengunjung yang hadir hingga mencapai 103.789 orang atau melampaui target AISI. Kami berharap nilai transaksi juga positif. Saat ini, datanya masih kami kumpulkan,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (30/9/2025).
Tidak hanya itu, program test ride juga menjadi sorotan. Lebih dari 4.000 trip tercatat selama acara, menunjukkan minat besar pengunjung untuk merasakan langsung performa dan teknologi terbaru dari berbagai merek peserta.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Siap Tarik Dana FLPP Jika Penyerapan Lambat
“Capaian ini menegaskan bahwa IMOS bukan hanya sekadar pameran produk, melainkan juga pengalaman nyata bagi pengunjung untuk mencoba langsung sepeda motor dengan teknologi terkini,” jelas Sigit.
Hadirkan Puluhan Merek dan Produk Baru
IMOS 2025 digelar mulai Rabu (24/9/2025) hingga Minggu (28/9/2025). Pameran ini menghadirkan 21 merek sepeda motor, mulai dari Honda, Yamaha, Suzuki, Alva, Vespa, hingga Harley-Davidson.
Tak hanya itu, lebih dari 50 perusahaan pendukung dari sektor aksesori, apparel, pelumas, suku cadang, hingga teknologi digital ikut meramaikan pameran.
Artikel Terkait
Kementerian Haji dan Umrah Nilai Penunjukkan 2 Syarikah Bisa Tekan Biaya Jemaah Haji 2026
Menkeu Purbaya Siap Tarik Dana FLPP Jika Penyerapan Lambat
Program Makan Bergizi Gratis Disorot, Ribuan Kasus Keracunan Picu Kekhawatiran Orang Tua