MEDIA24.ID, JAKARTA -- Sayyidul Istighfar dikenal sebagai doa yang paling utama untuk memohon ampunan dalam Islam.
Dengan gelar "raja istighfar," doa ini dianggap sebagai bacaan istighfar yang paling tinggi dan mengandung makna yang mendalam sebagai wujud pengakuan terhadap kebesaran Allah SWT serta sebagai permohonan ampunan yang tulus.
Baca Juga: Rencana Allah Lebih Indah: Ujian Kesabaran Menuju Kebahagiaan
Sebagai induk dari berbagai bacaan istighfar lainnya, Sayyidul Istighfar mengandung pengakuan terhadap keesaan Allah, penciptaan-Nya, dan pengakuan penuh akan dosa-dosa kita, sambil memohon ampunan dengan kerendahan hati.
Bacaan Sayyidul Istighfar
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nawawi menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menyampaikan, siapa pun yang mengucapkan Sayyidul Istighfar dengan penuh keyakinan dan keikhlasan, kemudian meninggal pada hari tersebut, ia akan digolongkan sebagai penghuni surga.
Baca Juga: Perbedaan Tawassul dan Wasilah: Memahami Konsep Doa dan Perantara dalam Islam
Begitu pula, jika doa ini dibaca pada malam hari dan seseorang meninggal sebelum pagi, maka ia akan memperoleh janji yang sama.
Berikut adalah teks lengkap Sayyidul Istighfar:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إلا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Baca Juga: Sifat Orang Bahagia dan Celaka, Belajar dari Hikmah Al Quran dan Hadis
Latin:
Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana abduka, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatho'tu, a'udzu bika min syarri ma sana'tu, abu'u laka bini'matika 'alayya, wa abu'u bi dzambi, faghfir li fa'innahu la yaghfiru adzunuba illa anta.
Artinya:
"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakan diriku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha memenuhi janji-Mu sesuai kemampuan. Aku berlindung dari kejahatan yang telah kuperbuat, aku mengakui segala nikmat yang Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka, ampunilah aku, karena hanya Engkaulah yang dapat mengampuni dosa."
Artikel Terkait
Tulus Meninggalkan yang Haram? Ini Janji Allah untuk Penggantinya
13 Tanda Muslim Sejati, Cerminan Ajaran Islam yang Damai dan Penuh Hikmah
Manfaat Sholat untuk Kesehatan: Lebih dari Sekadar Ibadah
Doa Ketika Angin Kencang, Mengingat Allah di Tengah Fenomena Alam
Doa Mustajab untuk Kelancaran Ujian, Hafalkan Yuk!