ekbis

Kisah Omzet Usaha Rumahan Dodol D'Tungku Bogor Tembus Rp150 Juta selama Ramadan

Senin, 31 Maret 2025 | 21:13 WIB
Nurhayati (45), pemilik usaha Dodol D’Tungku asal Bojonggede, Bogor, menunjukan inovasi kemasan dodol yang estetik berbentuk keranjang anyaman yang dijual seharga Rp65.000. (Foto/Dok Pribadi)

Meski kemasan diperbarui, cita rasa autentik tetap dipertahankan. Proses produksi masih mengandalkan pengadukan manual selama 8 jam di tungku kayu untuk menjaga tekstur kenyal dan bebas pengawet.

Pendampingan BRI juga mendorong pemanfaatan teknologi digital. Dodol D’Tungku kini merambah marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, serta aktif mempromosikan produk melalui Instagram dan Facebook.

Strategi ini tidak hanya menjangkau konsumen nasional, tetapi juga membuka peluang ekspor ke pasar Asia Tenggara.

Keberhasilan D’Tungku tidak hanya dinikmati Nurhayati. Selama Ramadan, ia merekrut 9 karyawan tambahan: 5 orang mengaduk dodol, 3 orang mengemas, dan 1 orang menjaga toko.

Pesanan melonjak dari rata-rata 100-150 kg per bulan menjadi 2.000-3.000 kg jelang Lebaran. Nurhayati bahkan harus membatasi pesanan reseller maksimal H-3 Lebaran untuk memprioritaskan konsumen langsung.

Dengan harga Rp55.000 per kg untuk konsumen dan Rp50.000 per kg untuk reseller, omzetnya selama Ramadan mampu menyentuh Rp150 juta.

Nurhayati tak berhenti di sini. Ia berencana membuka gerai di pusat oleh-oleh Bogor dan mengembangkan varian rasa seperti dodol durian atau cokelat.

Namun, ia menegaskan komitmennya pada kualitas: “Penting menjaga warisan resep. Saya ingin usaha ini tetap dijalankan anak cucu kelak,” harapnya.

Kisah D’Tungku menjadi bukti bahwa UMKM tradisional bisa bertransformasi menjadi bisnis berkelas dengan dukungan pendanaan dan pendampingan yang tepat.

Melalui program KUR dan pendampingan holistik, BRI tidak hanya membantu meningkatkan omset, tetapi juga melestarikan kearifan lokal sekaligus membuka lapangan kerja.

“Dari tungku kayu di Bojonggede, kami ingin dodol ini menjadi kebanggaan Indonesia,” pungkas Nurhayati.

Dengan semangat itu, Dodol D’Tungku tak sekadar camilan lebaran, melainkan simbol ketahanan UMKM Indonesia di era digital.

BRI Dorong UMKM Naik Kelas, Tembus Pasar Global

Kepala Departemen Usaha Mikro BRI Regional Jakarta 2, Erwin Sapari, mengatakan, pihaknya terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan UMKM melalui program pembinaan dan pendampingan menyeluruh.

Salah satu bukti nyatanya adalah kesuksesan Dodol D’tungku milik Nurhayati yang berhasil menjangkau pasar nasional berkat dukungan BRI.

Halaman:

Tags

Terkini