Kisah Omzet Usaha Rumahan Dodol D'Tungku Bogor Tembus Rp150 Juta selama Ramadan

Photo Author
Moh Purwadi, Media 24
- Senin, 31 Maret 2025 | 21:13 WIB
Nurhayati (45), pemilik usaha Dodol D’Tungku asal Bojonggede, Bogor, menunjukan inovasi kemasan dodol yang estetik berbentuk keranjang anyaman yang dijual seharga Rp65.000. (Foto/Dok Pribadi)
Nurhayati (45), pemilik usaha Dodol D’Tungku asal Bojonggede, Bogor, menunjukan inovasi kemasan dodol yang estetik berbentuk keranjang anyaman yang dijual seharga Rp65.000. (Foto/Dok Pribadi)

Menurut Erwin, pihaknya tidak hanya memberikan akses KUR, tetapi juga memastikan pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas bisnis secara berkelanjutan.

“Kami tidak sekadar menyalurkan pinjaman, tapi juga aktif membina penerima KUR melalui pelatihan manajemen keuangan, pemanfaatan teknologi digital, hingga strategi pemasaran tingkat nasional hingga go internasional,” ujarnya.

Program pembinaan BRI mencakup peningkatan kualitas produk, pelatihan pengelolaan keuangan, serta pengenalan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar.

Erwin menekankan, UMKM binaan BRI kerap diikutsertakan dalam pameran berskala nasional dan internasional, seperti expo, guna membuka peluang kolaborasi dan penetrasi pasar.

BRI juga fokus pada literasi keuangan UMKM. Pelaku usaha dibimbing menyusun laporan arus kas, mengoptimalkan modal, hingga strategi ekspansi bisnis.

Pendampingan ini bertujuan memastikan kredit dimanfaatkan secara produktif. “Kami ajarkan mereka mengelola cash flow, meningkatkan kapasitas produksi, dan memanfaatkan peluang ekspor,” jelasnya.

Untuk mempercepat pertumbuhan UMKM, BRI menawarkan KUR dengan bunga kompetitif: 6% untuk plafon Rp10–100 juta (KUR Mikro) dan 9% untuk pinjaman di atas Rp100 juta (KUR Kecil).

“Bunga yang lebih rendah dibanding produk komersial lain membuat biaya modal lebih terjangkau,” paparnya.

Targetnya, hingga 2025, BRI Regional Jakarta 2 menargetkan penyaluran KUR Mikro senilai Rp5,6 triliun. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Melalui sinergi antara akses pendanaan dan pendampingan holistik, BRI optimistis dapat melahirkan lebih banyak UMKM tangguh yang mampu bersaing di kancah global.

“Ini bukti bahwa dengan dukungan tepat, UMKM Indonesia tidak hanya bertahan, tapi juga naik kelas,” pungkas Erwin. ***

Halaman:

Editor: Moh Purwadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X