MEDIA24.ID, BOGOR-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian alam dan warisan budaya daerah.
Dalam sebuah kunjungan yang penuh emosi ke kawasan Puncak, Bogor, Dedi Mulyadi menyuarakan ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menghijaukan kembali Kawasan Puncak, kawasan yang selama ini menjadi ikon wisata dan paru-paru alam Jawa Barat.
Kini, kawasan tersebut menghadapi ancaman serius akibat kerusakan lingkungan.
Dalam unggahan video reels Instagram pada akun @dedimulyadi71, terlihat Dedi Mulyadi berdiri di atas lahan gundul, dikelilingi bukit yang sebelumnya rimbun, kini nyaris tandus.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Tinjau Longsor di Batutulis, Jalan Saleh Danasasmita akan Pindah
Dengan nada penuh keprihatinan, ia menyatakan bahwa Puncak bukan sekadar tempat wisata, tetapi rumah bersama yang harus dirawat dan dijaga.
“Saya mengajak warga di sini, para pemilik tanah, pengusaha, dan semua elemen masyarakat: mari kita hijaukan kembali kawasan ini. Jangan biarkan alam kita menangis,” ucap Dedi Mulyadi, sambil menunjuk ke arah lahan yang tergerus pembangunan liar dan pembabatan pohon tanpa kendali.
Menurutnya, kerusakan lingkungan yang terjadi bukan hanya berdampak pada estetika lanskap, tetapi juga membawa konsekuensi serius: bencana banjir, tanah longsor, berkurangnya mata air, dan terganggunya ekosistem satwa lokal.
Ia menyebut bahwa fenomena ini tidak bisa lagi dianggap sepele, dan perlu respons cepat yang melibatkan semua pihak.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Larang Minta Sumbangan di Jalan Termasuk untuk Masjid, Aturannya Terbit Senin Besok
Selain Puncak, Dedi Mulyadi juga menaruh perhatian pada kawasan Batutulis di Kota Bogor, wilayah yang menyimpan nilai sejarah tinggi.
Batutulis merupakan saksi bisu peradaban Sunda Kuno dan rumah bagi peninggalan Kerajaan Pakuan Pajajaran.
Dedi Mulyadi mendukung inisiatif untuk mengembangkan kawasan Bumi Ageng Batu Tulis sebagai pusat kebudayaan dan sejarah Sunda.
“Menghijaukan bukan hanya soal menanam pohon, tetapi juga merawat akar sejarah dan budaya kita. Batutulis adalah identitas kita, jangan biarkan ia tertelan beton,” ujarnya.
Artikel Terkait
One Way Berlaku pada Arus Balik Lebaran 2025, Jalur Puncak Cianjur Dipadati Wisatawan