MEDIA24, CIPUTAT- Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta mencatatkan sejarah dengan meluluskan salah satu mahasiswanya yaitu Ridho Hafiedz, tanpa skripsi.
Ridho menjadi mahasiswa PBSI UIN Jakarta pertama yang menyelesaikan kuliahnya tanpa skripsi. Dia menyelesaikan studi dengan menulis naskah drama berjudul Makan!, yang mengangkat tema besar mengenai krisis pangan di masa depan.
Naskah Makan! menggali problematika yang muncul akibat dominasi industri pangan instan, yang diyakini dapat memicu krisis pangan global pada tahun 2050.
Dalam karya tersebut, Ridho menampilkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah dan mengangkat isu kesenjangan sosial yang ditimbulkan oleh ketergantungan pada pangan instan.
“Makan!, bukan hanya sebuah naskah sastra, tetapi sebuah karya yang mencoba menyentuh kesadaran masyarakat mengenai dampak konsumsi pangan berlebihan dan bagaimana industri pangan instan berpotensi mengarah pada kehancuran dunia,” ungkap Ridho dalam sidang akhirnya, Rabu 19 Februari 2025.
Ridho bercerita, proses pengerjaan naskah Makan! berlangsung selama enam bulan untuk penyempurnaan draf pertama dan satu bulan untuk penyempurnaan draf kedua.
Dalam karya ini, Ridho memanfaatkan konsep tata ruang interaktif untuk menciptakan pementasan yang simbolik. Ia juga menekankan pentingnya bunyi sebagai elemen utama dalam pementasan, lebih dari sekadar musik latar.
Dia berharap, naskah ini bisa meningkatkan kesadaran manusia terhadap dampak buruk konsumsi berlebihan dan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang lebih bijaksana.
"Masyarakat harus lebih peka terhadap tantangan besar yang dihadapi dunia, serta menyadari bahwa krisis pangan bukanlah masalah yang bisa diabaikan," kata Ridho.
Ketua Bidang Studi PBSI UIN Jakarta Dr. Ahmad Bahtiar, M.Hum mengatakan, “Berdasarkan SK Rektor UIN Jakarta penilaian kelulusan bisa melalui publikasi ilmiah, karya seni, dan lainnya. Di PBSI Ridho Hafiedz sebagai pencetak sejarah untuk pertama kalinya lulus tugas akhir tanpa skripsi".
Sedangkan dosen pembimbing Ridho, Rosida Erowati M.Hum menjelaskan, Ridho sudah berproses dari semester awal aktif di Teater Syahid dan juga menjadi sutradara dari pementasan Pestarama 8 dengan naskah “Dalam Bayangan Tuhan” karya Arifin C Noer.
"Ridho sudah mengikuti berbagai perlombaan nasional terkait keaktoran dan kepenulisan naskah“ kata Rosida di awal sidang.
Dalam sidang akhir tanpa skripsi ini, Dekan FITK UIN Jakarta bilang, pihaknya mengapresiasi Prodi PBSI. "Makanan menjadi masalah krusial di negara kita. Saya berharap sastra bisa menjadi edukasi bagi generasi berikutnya," kata Prof. Siti Nurul Azkiyah M.Sc., Ph.D.
Artikel Terkait
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Percepat Internasionalisasi dengan Akreditasi ACQUIN 50 Program Studi
LPM dan PPM UIN Jakarta Selenggarakan Religious Moderation Talk 2024
UIN Jakarta Tempati Posisi Puncak Ranking SINTA PTKIN, Disusul UIN Bandung dan UIN Sumatera Utara
Pertama di PTKIN, FK UIN Jakarta Kantongi Izin Program Magister Ilmu Biomedis