nasional

Kepala Badan Gizi Nasional Klarifikasi Soal Ide Serangga Jadi Menu Program MBG

Rabu, 5 Februari 2025 | 08:30 WIB
Kepala BGN klarifkasi tentang menu serangga dan ulat sagu untuk menu program MBG (Foto: medsos)

“Mungkin ada orang pusing kalau tidak makan ikan dua hari saja, pasti makan ikan lebih banyak, meskipun juga daging sapi nanti akan kami masak sewaktu-waktu,” tambahnya.

Dadan juga pernah menyatakan untuk mengembalikan menu Makan Gratis Bergizi sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki masing-masing daerah.

“Nah, isi protein di berbagai daerah sangat tergantung potensi sumber daya lokal dan kesukaan lokal, jangan diartikan lain, ya,” ujarnya,” ujarnya.

“Yang banyak ikan, ikan lah yang mayoritas, seperti itu,” imbuhnya.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Tunda Pemindahan ASN ke IKN, Ini Alasannya

“Sama juga dengan karbohidrat, kalau orang sudah terbiasa makan jagung, ya karbohidratnya jagung meskipun nasi mungkin diberikan juga,” kata Dadan.

“Tapi di daerah-daerah yang memang tidak terbiasa makan jagung, ya makan nasi,” ujar Dadan lagi.

Mengenai perbedaan menu di tiap daerah, menurut Dadan akan menjadi pembelajaran bagi siswa.

Ia mengatakan jika hal tersebut bisa memberi contoh tentang keberagaman sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

“Itu kan keragaman sumber daya lokal yang bagus juga kalau kita mulai terapkan dan memberikan pelajaran kepada anak-anak bahwa keragaman dan kearifan lokal itu baik juga untuk ketahanan pangan di masing-masing daerah,” pungkasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB