Penyakit Tak Bisa Orgasme Pada Perempuan, Kenali Anorgasmia dan Gejalanya

Photo Author
Gusti Hermawan, Media 24
- Jumat, 8 Maret 2024 | 12:40 WIB
Ilustrasi sex (Unspalsh)
Ilustrasi sex (Unspalsh)

MEDIA24.ID, JAKARTA- Kehidupan seksual yang berkualitas merupakan salah satu sarana rekreasi bagi pasangan suami istri. Namun, dalam relasi tersebut kadang kala ditemukan kondisi anorgasmia yang merupakan kelainan, gangguan, atau penyakit tak bisa orgasme pada perempuan


Kondisi yang disebut juga disfungsi orgasme ini merupakan masalah yang signifikan dalam kehidupan seksual. Tak hanya mengganggu hubungan intim, tetapi juga berpotensi menyebabkan dampak kesehatan yang lebih serius jika tidak diatasi. 


Penting untuk memahami apa itu anorgasmia secara lebih mendalam, termasuk gejalanya yang mungkin meliputi kesulitan mencapai puncak kenikmatan seksual, penyebab yang berkisar dari faktor psikologis hingga kondisi medis, serta dampaknya terhadap kesejahteraan fisik dan emosional.


Dengan mengetahui informasi ini, individu dapat lebih waspada terhadap tanda-tanda anorgasmia atau gangguan tak bisa orgasme ini dan mencari bantuan yang sesuai, baik itu melalui konseling psikologis, terapi seksual, atau intervensi medis yang mungkin diperlukan. 


Langkah-langkah penanganan yang tepat dapat membantu  mengatasi masalah ini dan meningkatkan kualitas hidup mereka serta hubungan intim dengan pasangan.



Gejala Anorgasmia


Dilansir dari situs Mayo Clinic, gejala anorgasmia mungkin salah satu dari kondisi di bawah ini:




  • Mengalami orgasme yang tertunda.

  • Tidak mengalami orgasme.

  • Orgasme yang lebih sedikit.

  • Orgasme yang kurang intens.


Anorgasmia juga bisa terjadi:




  • Seumur hidup, yaitu tidak pernah mengalami orgasme.

  • Baru saja memiliki masalah dengan orgasme.

  • Situasional, yaitu jika bermasalah dengan orgasme hanya dalam situasi tertentu, dengan jenis rangsangan tertentu atau dengan pasangan tertentu.


Dampak Anorgasmia


Penyakit tak bisa orgasme pada perempuan ini merupakan masalah serius yang tidak boleh diabaikan.  Ilmuwan bahkan  menyimpulkan bahwa penting bagi wanita untuk mencapai orgasme saat berhubungan seksual.

Tanpa orgasme, wanita berisiko mengembangkan masalah kesehatan seperti mastopati (pembengkakan atau gumpalan darah di payudara) atau mioma (tumor rahim) karena stagnasi darah.

Gairah seksual memengaruhi kadar estrogen dan aliran darah ke organ reproduksi. Saat orgasme tercapai, darah yang stagnan atau tercemar akan dikeluarkan, menjaga tubuh bebas dari bakteri berbahaya.

Ketika orgasme tidak terjadi, tubuh wanita mengalami tekanan, menyebabkan darah terjebak dan terhambat. Hal ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk memahami pentingnya orgasme dalam menjaga kesehatan seksual dan umum mereka.

Penyebab Anorgasmia


Ada sejumlah faktor yang menyebabkan tidak bisa orgasme pada perempuan, antara lain sebagai berikut:



Faktor Pribadi dan Psikologis


Faktor pribadi dan psikologis ini berkaitan dengan pengalaman, perilaku, latar belakang, termasuk hal-hal berikut ini:




  • Citra tubuh yang buruk

  • Pernah mengalami pelecehan seksual di masa lalu

  • Rasa bersalah atau malu tentang seks

  • Stres karena masalah keuangan atau kehilangan orang yang dicintai

  • Keyakinan budaya atau agama tertentu tentang seks

  • Mengalami masalah kesehatan mental, seperti kecemasan atau depresi

  • Kurang pengetahuan tentang rangsangan atau interaksi seksual


Faktor Hubungan


Faktor pasangan seks bisa menjadi penyebab masalah orgasme. Ini meliputi:




  • Pasangan yang melakukan perselingkuhan

  • Kurangnya keintiman emosional dengan pasangan

  • Disfungsi seksual yang dialami pasangan

  • Konflik yang belum terselesaikan dengan pasang

  • Komunikasi yang buruk tentang kebutuhan dan preferensi seksual.

  • Kekerasan yang dilakukan pasangan intim.


Faktor Fisik


Kondisi fisik bisa mengganggu orgasme, misalnya sebagai berikut:




  • Kondisi kesehatan seperti diabetes, kandung kemih yang terlalu aktif, atau multiple sclerosis yang memperumit gangguan orgasme.

  • Mengalami kerusakan jaringan akibat operasi ginekologi, seperti histerektomi atau operasi kanker, dapat mempengaruhi kemampuan orgasme.

  • Konsumsi obat-obatan yang dapat menghambat orgasme, termasuk obat tekanan darah, obat antipsikotik, antihistamin, dan antidepresan.

  • Konsumsi alkohol dan rokok. Ini dapat menekan sistem saraf dan dapat menghambat kemampuan untuk mengalami orgasme.

  • Perubahan fisik yang berhubungan dengan faktor usia.


Gangguan Seksual


Gangguan seksual bisa menyebabkan wanita tidak bisa orgasme. Kondisi-kondisi ini meliputi:




  • Masalah dengan gairah seksual.

  • Memiliki sedikit atau tidak ada keinginan untuk berhubungan seks.

  • Nyeri akibat hubungan seksual atau rangsangan seksual lainnya.

  • Kekeringan pada vagina atau vulva.

  • Pengencangan vagina yang tidak disengaja, atau yang disebut vaginismus.


Penanganan Anorgasmia


Menurut laporan dari Medical News Today, penanganan anorgasmia dapat beragam tergantung pada penyebabnya. Biasanya, dokter akan menyarankan individu yang mengalami masalah orgasme untuk mencoba terapi seksual atau konseling dengan pasangan.

Terapis seks yang bersertifikat menawarkan psikoterapi yang fokus pada masalah fungsi seksual, perasaan, atau disfungsi yang dialami. Terapi seks dapat dilakukan secara individu atau bersama pasangan.

Di sisi lain, konseling pasangan akan membahas masalah hubungan yang mungkin memengaruhi fungsi seksual seseorang dan kemampuannya mencapai orgasme.

Dalam beberapa kasus, terapi hormon dapat diberikan kepada wanita, terutama jika kesulitan orgasme terjadi seiring dengan masuknya masa menopause.

Karena itu, bagi yang mengalami gangguan tak bisa orgasme pada perempuan penting untuk mencari bantuan medis yang tepat dan memilih penanganan yang sesuai untuk mengatasi anorgasmia demi kesehatan dan kesejahteraan seksual mereka.

Editor: Gusti Hermawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Puasa Bagi Penderita Penyakit Ginjal, Bolehkah?

Selasa, 26 Maret 2024 | 15:00 WIB

MPASI Tepat Hindarkan Anak Terkena Stunting

Sabtu, 18 Februari 2023 | 11:55 WIB
X