MEDIA24.ID,- Bulan puasa Ramadhan setiap tahunnya selalu dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Di sisi lain, penderita GERD bisa jadi merasa khawatir dengan kondisi kesehatannya saat menjalankan ibadah puasa sehingga diperlukan perhatian ekstra.
Gangguan pencernaan berpotensi semakin meningkat saat bulan puasa karena meningkatnya konsentrasi asam lambung akibt perut kosong.
Hal tersebut menyebabkan penderita GERD harus memperhatikan dengan baik asupan nutrisi yang masuk agar kondisinya tidak bertambah parah.
Baca Juga: Begini Hukum Mencicipi Masakan Saat Berpuasa di Laman Resmi Kementerian Agama
Beragam masalah pencernaan seperti maag, GERD, dan maag akut telah menjadi masalah pencernaan yang umum di bulan Ramadhan.
Gejala yang muncul dari masalah-masalah pencernaan ini berupa sakit perut, kembung, sendawa hingga rasa tak nyaman setelah makan.
Tak hanya itu, penderita tukak lambung bisanya mengalami sakit perut parah yang mungkin bertambah parah saat mereka makan. Untuk penderita GERD biasanya mengalami nyeri ulu hati disertai rasa asam di tenggorokan.
Penyakit refluks gastroesofageal atau dikenal dengan sebutan GERD, terjadi karena asam lambung naik ke saluran yang menghubungkan mulut dan lambung.
Baca Juga: Mamah Dedeh Beberkan Hukum Mencicipi Makanan Saat Berpuasa
Lama-kelamaan jika terus dibiarkan, refluks asam ini dapat merusak lapisan lambung sehingga menyebabkan iritasi pada kerongkongan.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan tukak lambung, yang menimbulkan rasa nyeri dan rasa terbakar di area ulu hati.
Orang-orang yang menderita GERD masih bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan tetap memantau gejala GERD yang muncul.
Puasa justru dianjurkan bagi penderita GERD dan tukak lambung karena dapat membantu meringankan gejala penyakit yang berkaitan dengan produksi asam.
Baca Juga: Syarat dan Tata Cara Daftar Rekrutmen Bersama BUMN 2024 Terlengkap, Simak Sebelum Mendaftar!
Berikut ini adalah tips berpuasa bagi penderita GERD yang dapat Anda ikuti:
1. Cukup minum air
Sangat penting untuk minum air setidaknya dua liter air sehari untuk menghindari dehidrasi, gagal ginjal hingga diare saat berpuasa.
Namun harus diperhatikan, minumlah air dengan perlahan dan sedikit demi sedikit karena minum banyak air dalam waktu bersamaan dapat menyebabkan pembentukan gas dan asam.
2. Kebersihan makanan
Memperhatikan kebersihan makanan saat berburu takjil atau membeli makanan untuk berbuka harus dilakukan untuk mencegah diare saat berpuasa.
3. Strategi sahur dan buka puasa
Anda bisa mempersingkat waktu berpuasa dengan makan di akhir sahur dan berbuka puasa sesegera mungkin saat sudah tiba waktunya. Namun Anda perlu menghindari makan makanan secara berlebihan.
Baca Juga: Thalhah bin Ubaidillah, Kisah Sahabat Rasul yang Kaya Raya dalam Kebajikan
Untuk mencegah peningkatan asam lambung selama berbuka, Anda bisa makan sedikit demi sedikit. Jangan mengonsumsi banyak makanan sekaligus.
4. Mengunyah makanan hingga halus
Mengunyah makanan lebih lama hingga halus dapat membantu sistem pencernaan lebih mudah.
5. Minum obat lambung
Anda bisa minum obat lambung saat sahur yang efeknya bisa bertahan seharian sebagai metode pencegahan. Namun, solusi ini kurang tepat jika maag Anda kambuh di tengah hari saat waktu berpuasa.***
Artikel Terkait
Diterima SNBP 2024 Boleh atau Tidak Daftar Sekolah Kedinasan? Cek Syaratnya Ya...
Ketat Banget! 1.720 Siswa Daftar Kedokteran UI di SBNP 2024, Hanya Diterima 55 Orang
Ini 5 Makanan Awet Tahan Lama Cocok untuk Stok Sahur Selama Ramadhan
Tahapan Rekrutmen Bersama BUMN 2024, Apa Itu Tes Wawasan Kebangsaan dan Learning Agility?
Megawati Pamitan ke Red Spark, yang disampaikan bikin terharu
Cek Wajahmu, Penelitian Ungkap Kaya atau Miskin Bisa Terbaca di Situ