Jumlah siswa di sekolah negeri lebih dominan pada SD, SMP, dan SMA. Sedangkan jumlah siswa di SMK dan madrasah, dominan jumlah siswa di sekolah swasta lebih tinggi.
Perlu diketahui, di banyak daerah, sekolah-sekolah justru mengalami penurunan jumlah siswa. Beberapa sekolah di kota-kota besar hingga pedesaan mengalami pengurangan murid akibat berbagai faktor.
Termasuk tren penurunan angka kelahiran dan urbanisasi. Jika sekolah yang ada saja mengalami kekurangan siswa, mengapa pemerintah justru menambah sekolah baru?
Bahkan, beberapa sekolah telah terpaksa tutup karena minimnya siswa. Seperti banyak sekolah di Kabupaten Pati yang mengalami krisis jumlah siswa hingga harus ditutup.
Ini menjadi bukti bahwa masalah utama bukanlah kurangnya sekolah, melainkan kurangnya peserta didik (MantraNews).
Daripada membangun sekolah baru, seharusnya pemerintah memperbaiki kualitas pendidikan yang sudah ada. Prioritas seharusnya peningkatan kualitas, bukan kuantitas.
Terbukti banyak sekolah masih kekurangan, guru yang kompeten, terutama di daerah terpencil.
Lalu fasilitas memadai, seperti laboratorium dan perpustakaan, akses internet dan teknologi yang semakin penting di era digital, dan kesejahteraan guru, terutama di madrasah yang masih jauh dari kata layak.
Bahkan, Menteri Agama mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi guru madrasah yang hanya menerima gaji Rp100 ribu per bulan.
Ini menunjukkan bahwa tantangan utama pendidikan bukanlah kekurangan sekolah, melainkan kesejahteraan guru yang masih belum diperhatikan.
Jika pemerintah ingin meningkatkan mutu pendidikan, seharusnya alokasi anggaran lebih difokuskan pada kesejahteraan tenaga pendidik, daripada membangun sekolah baru.
Sebaiknya Kemensos fokus pada masalah sosial.
Kementerian Sosial memiliki tugas utama dalam menangani masalah sosial seperti, gelandangan dan pengemis, anak jalanan yang butuh perlindungan sosial, juru parkir liar yang mencari makan di jalan, dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terlantar.
Jika Kemensos ingin membantu dunia pendidikan, sebaiknya mereka berkolaborasi dengan Kemendikbud dan Kemenag, bukan malah membangun sekolah sendiri yang bukan menjadi tugas utama mereka.
Atas dasar itu Sekolah Rakyat bukan solusi. Daripada mendirikan sekolah baru, pemerintah seharusnya memperkuat sekolah yang sudah ada dan meningkatkan kualitas pendidikan agar lebih merata.