Jika kita tetap terpaku pada pola lama, wakaf akan terus menjadi raksasa tidur—potensi besar yang tidak dimanfaatkan. Namun, jika kita berani bertransformasi dan berinovasi, wakaf akan mampu menjadi motor ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Pertanyaan terbesar bagi kita semua: apakah kita masih ingin melihat wakaf sebagai tradisi statis, atau kita siap menjadikannya sebagai kekuatan ekonomi yang menggerakkan peradaban?
Era digital bukan sekadar tantangan, tetapi juga peluang. Mari kita semua “berteriak” membangunkan raksasa tidur yang bernama wakaf dan menjadikan wakaf sebagai pilar utama pertumbuhan dan ketahanan ekonomi bagi kesejahteraan masyarkat. Wallahu’alam. ***