Koperasi Desa Merah Putih Antara Peluang dan Tantangan

Photo Author
Tiffany Sukotjo, Media 24
- Jumat, 7 Maret 2025 | 11:21 WIB
Achmad Nur Hidayat
Achmad Nur Hidayat

Jika koperasi desa tidak dikelola dengan profesional, maka alokasi anggaran besar yang diberikan pemerintah bisa menjadi sia-sia, bahkan berpotensi menimbulkan skandal keuangan.

Oleh karena itu, pendampingan dan pengawasan dari pemerintah sangat diperlukan agar koperasi desa bisa berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

Dibandingkan dengan bank konvensional, koperasi memang memiliki keunggulan dalam hal kedekatan dengan anggotanya.

Namun, dari sisi kapasitas keuangan dan akses terhadap modal besar, bank masih jauh lebih unggul.

Oleh karena itu, koperasi desa tidak seharusnya menjadi pesaing bank, melainkan mitra yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem ekonomi mikro yang lebih kuat.

Baca Juga: 12 Program Prioritas Menteri Budi Arie, Koperasi Siap Bangkit di 2025

Implikasi terhadap Pertumbuhan Industri Perbankan

Dengan adanya kebijakan ini, pertumbuhan industri perbankan, terutama bank yang selama ini mengandalkan KUR, bisa mengalami perlambatan jika koperasi desa mampu menjadi alternatif pembiayaan yang lebih menarik bagi UMKM.

Jika banyak pelaku usaha mikro yang beralih ke koperasi, maka permintaan terhadap KUR bisa menurun, yang pada akhirnya akan berdampak pada pendapatan bank dari sektor kredit mikro.

Namun, di sisi lain, kebijakan ini juga bisa menjadi peluang bagi perbankan untuk melakukan diversifikasi model bisnis mereka.

Alih-alih hanya menjadi penyalur KUR, bank bisa mulai berperan sebagai pemberi pinjaman bagi koperasi desa, sehingga tetap dapat memperoleh keuntungan dari sektor ekonomi mikro.

Model ini telah diterapkan di beberapa negara, di mana bank bekerja sama dengan koperasi untuk menyalurkan kredit dengan risiko yang lebih terkelola.

Selain itu, bank juga bisa mengembangkan layanan keuangan digital yang lebih mudah diakses oleh masyarakat desa.

Dengan memanfaatkan teknologi, bank bisa tetap relevan di tengah pertumbuhan koperasi desa, misalnya dengan menyediakan layanan digital banking yang bisa digunakan oleh koperasi untuk mengelola transaksi keuangan mereka secara lebih efisien.

Baca Juga: [KOLOM] Usaha Mikro dan Kecil Memang Dibiarkan Gurem

Antara Peluang dan Tantangan

Koperasi Desa Merah Putih merupakan kebijakan yang memiliki potensi besar dalam mengubah lanskap ekonomi pedesaan di Indonesia.

Halaman:

Editor: Tiffany Sukotjo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Batasi Intervensi Negara dalam Koperasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:19 WIB

Minimarket Koperasi dan Minimarket Kapitalis

Selasa, 3 Maret 2026 | 11:35 WIB

Perguruan Tinggi dan Agenda Kebangsaan

Senin, 19 Januari 2026 | 20:26 WIB

Imperatif Obligation dan Ekologi Integral

Senin, 8 Desember 2025 | 20:40 WIB

Argumen Pembentukan Ditjen Pesantren

Minggu, 26 Oktober 2025 | 18:40 WIB

Reformasi DPR: Desakan yang Kian Tak Terbendung

Kamis, 2 Oktober 2025 | 09:01 WIB

Menjaga Indonesia

Rabu, 3 September 2025 | 14:14 WIB
X