Oleh Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat
SEPEDA motor tidak dianjurkan untuk mudik karena berisiko tinggi terlibat kecelakaan lalu lintas.
Sepeda motor, kendaraan yang paling sering terlibat kecelakaan lalu lintas.
Sepeda motor menyumbang korban kecelakaan lalu lintas tertinggi.
Baca Juga: NETA Siap Lebaran: Memastikan Perjalanan Mudik Dengan Mobil Listrik Lebih Terjamin Tanpa Rasa Cemas
Berpotensi berbahaya, jika berboncengan lebih dari satu orang dan membawa barang yang berlebihan.
Tahun 2005 mulai marak mudik lebaran menggunakan sepeda motor.
Pasalnya, tahun 2005 terbit kebijakan pemerintah untuk pembelian sepeda motor tidak harus lunas.
Ada kemudahan memiliki sepeda motor dengan uang muka dan mengangsur setiap bulan.
Dampaknya, produksi sepeda motor sebelum tahun 2025 kisaran 2 juta unit – 3 juta unit per tahun, namun setelah tahun 2005 melesat kisaran 7 juta – 8 juta unit setiap tahun.
Demikian pula pada saat mudik lebaran, semula pemudik selalu memadati terminal penumpang untuk berebutan memasuki bus yang akan berangkat.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 Diprediksi Terjadi pada 28 Maret
Beralih menggunakan sepeda motor ke kampung halaman, terminal mulai sepi setiap lebaran.
Jalan mulai dipadati sepeda motor tidak hanya mobil.
Artikel Terkait
Kemenhub: Efisiensi Anggaran Tak Berpengaruh di Pelaksanaan Program Mudik Gratis Lebaran 2025
Pendaftaran Mudik Gratis Kemenhub Dibuka Hari Ini, Cek Link Pendaftarannya!
Mudik Gratis Lebaran 2025: Cara Daftar dan Jadwal Lengkap!